Posted by BlenderIndonesia.
Posted by BlenderIndonesia.
Launching ANIMAFEST+Workshop Blender
Satu lagi acara berhasil di gelar di kota pahlawan Surabaya (10/11 ‘09). Blender Indonesia bekerjasama dengan BEOSCOPE mengadakan event bertajuk ANIMAFEST LOCAL HEROES 2009, yang dibarengkan bersama Workshop Blender. Acara ini di gelar di Gedung Serba Guna FE Kampus UBAYA pada pukul 13.00-16.00 WIB.
Tepat pukul 13.00 WIB sejumlah mahasiswa dan pengunjung tampak memadati area gedung FE Ubaya. Mereka datang dari kalangan pecinta animasi lokal Surabaya dan Malang. Rekan-rekan dari ITS juga hadir dalam launching ANIMAFEST yang di pelopori oleh beoscope.com dan bekerjasama dengan BI tersebut. Sekaligus menyambut hari pahlawan 10 november yang kebetulan memang cocok dengan tema dari festival ini, Local Heroes.

Pada sesi pertama, Mr. Badung dari beoscope.com memulai presentasi dengan di pandu MC sekaligus moderator Sdr. Micko. Secara singkat dan padat wakil dari beoscope, yang pada festival kali ini memasuki tahun kedua,menjelaskan dengan antusias detail dan seluk-beluk festival. Peserta tampak menyimak dengan baik, hingga beberapa pertanyaan berkaitan dengan teknis acara laris tercetus dan tuntas terjawab.

Session 1 dan pertanyaan sudah terselesaikan, giliran Hiza dari Blender Indonesia mengambil alih sesi kedua. Materi yang diangkat seputar Blender dan perkembangan Industri animasi Open Source di Indonesia. Dijelaskan peranan kantong-kantong pengerak animasi, produktifitas studio open source, hingga industri itu sendiri. Bagaimana open source bisa berperan dan menjadi win win solution di tengah geliat animasi lokal lainnya. Sebuah pengantar manis dan persuasif untuk merangsang penggunaan open source dalam memproduksi animasi. Kali ini materi disajikan berbeda, Hiza menggunakan Blender 2.5 untuk mempresentasikan materi sekaligus menjadikan Blender layaknya software presentasi seperti power point
.


Beberapa film animasi Blender lokal dan internasional juga di presentasikan, tidak ketinggalan karya para Army. Tak heran, peserta begitu bersemangat dan termotovasi untuk sebuah masa depan yang banyak diimpikan para pengiat animasi dan animator itu sendiri. Sedikit kelegaan, peserta di banjiri doorprize untuk berbagai pertanyaan yang diajukan. Kaos dan pin dari beoscope berhasil mereka bawa pulang.
Selanjutnya, si bapak Blenderboy beraksi [Mechanimation a.k.a Adhicipta]. Kali ini materi singkat tentang Blender dan edukasi hingga visi ke depan di Indonesia Ia jabarkan dengan sistematis dan lugas. Presentasi ini sekaligus membuka mata para penikmat dan pelaku animasi untuk lebih memperhatikan edukasi dan peluang setelahnya. Dimana kita ditantang tidak hanya secara teknis, namun juga menyiapkan talent dan industri itu sendiri hingga siap untuk di ‘jarah’ animator-animator serta studio open source. Singkatnya open source sebagai pendidik sekaligus penghasil dan sebagai mata pencaharian yang layak di perhitungkan.

DI akhir acara di gelar pembagian sertifikat dan seperti biasa, copy file. Tak luput pula gathering para Blender Army dari Surabaya. Acara berlangsung sersan, serius tapi santai, namun tetap mebuahkan sebuah kesepakatan. Dari geliat Army dan kebangkitan kekeluargaan di Surabaya, menjadikan kekuatan komunitas semakin tercover dengan baik. Next, Surabaya menjadi sebuah rumah bagi penggiat animasi open source dan menjadi kantong penting dengan beragam semangat juang serta nilai kepahlawanan. Thanks for all Army di Suabaya, CU next time
Bravo!





« [dot]BlendMagz 02 OPEN SUBMISSIONS Next Post
Ubuntu Release Party Semarang »

